Awalnya mereka mendengar suara jeritan dari dalam tanah yang menyebabkan orang-orang menyadari masih ada orang yang hidup di dalam reruntuhan itu. Mereka dengan sigap segera menggali. Salah seorang penggali tersebut adalah paman Ghina. Mereka menggali batu dan pasir tersebut dengan tangan kosong sampai tangan mereka berdarah. Ketika mereka melihat sosok Ghina masih bergerak, mereka mempercepat penggaliannya. Ghina terlihat merintih dengan nafas tersenggal. Matanya pun berkedip karena kotoran dan silau matahari. Akhirnya Ghina ditarik dari reruntuhan tersebut oleh tim penyelamat.
Paman Ghina mengatakan Ghina tertimbun sekitar satu meter dari puing-puing tersebut. Mereka mendengar suara Ghina ketika menggali. Mereka tidak memiliki buldoser sehingga harus menggunakan tangan untuk menggali reruntuhan bangunan itu. Sayangnya, anak-anak lainnya tewas tertimbun dan tidak berhasil ditemukan.
Ayah Ghina sangat berterima kasih kepada tim yang menyelamatkan anaknya. "Mereka terus menggali dan mencari sampai menemukan Ghina. Mereka mendengar suara dan terus menggali sampai mereka menemukan dia. Terima kasih Tuhan.



Subhanallah
BalasHapus