HEBOH !!! Video Tak Terima Keluarganya Ditilang, Anggota TNI Tonjok Polisi Di Jalan Raya - Pandemonium

Latest

Informasi Berita Dunia

Senin, 01 Agustus 2016

HEBOH !!! Video Tak Terima Keluarganya Ditilang, Anggota TNI Tonjok Polisi Di Jalan Raya



Siapa pun yang melanggar hukum, baik itu pejabat atau bahkan penegak hukum itu sendiri, pantas mendapat hukuman sesuai aturan yang dilanggarnya. Tapi kadang, ada beberapa oknum yang merasa punya pangkat berhak untuk melawan hukum meski sudah jelas telah melanggar aturan.

Seperti yang terjadi di Jalan Ahmad Yani, Palembang, di mana arus lalu lintas mendadak macet gara-gara seorang anggota TNI terlibat perkelahian dengan anggota polisi yang sedang menggelar razia. Kejadian memalukan ini tepatnya terjadi di depan Kampus Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), pada Rabu (20/7/2016) sore.

Oknum TNI yang berseragam sipil dan mengaku berpangkat Pelda (Pembantu Letnan Dua), menonjok Aiptu Zulkarnain, petugas PJR Dirlantas Polda Sumsel yang kala itu sedang melakukan razia.

Perkelahian antara dua aparat keamanan ini sempat direkam oleh salah seorang yang melihat kejadian ini dan langsung diunggah ke YouTube.

Menurut keterangan video tersebut, anggota TNI yang melakukan pemukulan ini diduga kesal karena tak terima ada keluarganya yang ditilang Aiptu Zulkarnain.

Bermula ketika Aiptu menilang dua gadis remaja yang tidak mengenakan helm saat berkendara. Karena tak membawa SIM dan STNK, salah satu remaja yang masih duduk di bangku SMP tersebut menghubungi keluarganya yang tak lain adalah anggota TNI.

Sebelum menghajar Aiptu Zulkarnain, oknum TNI tersebut juga mengeluarkan kata-kata yang mengindikasikan untuk melawan.

"Jangan ngomong kau-kau pak, tuo aku neh," ujar polisi

"Samo be tuo jugo aku neh (Sama saja saya juga sudah tua)," ujar anggota TNI yang mengaku berpangkat Pelda (Pembantu Letnan Dua).

Terjadi perdebatan antara anggota TNI dan polisi tersebut.

"Ser nian aku (Ingin nian saya)," lanjut si anggota tentara.

Setelah sempat beradu pendapat terlihat keduanya mulai saling dorong.

Terlihat di menit ke 2 detik 6 keduanya sudah tidak dapat lagi mengendalikan emosi.

Melihat kejadian itu, Ipda Edi langsung melerai dan menenangkan oknum TNI tersebut. "Kejadian ini juga membuat kemacetan makin parah. Harusnya oknum tersebut bicara baik-baik, karena kami ini bertugas," terangnya.

Rencananya, PJR Dirlantas Polda Sumsel akan melaporkan kejadian ini ke Detasemen Polisi Militer sebagai tindak lanjut. Termasuk melaporkan perkara penganiayaan tersebut ke Polresta Palembang.

"Kami sampaikan ke pimpinan, dan akan dilanjutkan," terangnya.

M Khadafi, mahasiswa sekaligus saksi yang melihat kejadian itu mengatakan hal yang berbeda dengan penjelasan polisi.

Khadafi mengatakan bahwa kejadian berawal saat Aiptu Zulkarnain menyetop laju kendaraan siswi SMP. Ketika di stop, rupanya siswi tersebut justru jatuh dari kendaraannya.

"Siswi SMP itu meminta izin kepada polisi untuk berobat dulu, tapi polisi itu tidak mengizinkan dan justru menilang. Setelah itu langsung terjadi perkelahian itu," pungkasnya.

Peristiwa ini sempat menyita perhatian pengguna Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan kampus Universitas Muhammadiyah. Akibat ulah main hakim sendiri yang dilakukan oknum TNI tersebut, Aiptu Zulkarnain mengalami luka robek dibibirnya dan harus menjalani perawatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar