Awasi Isi SMS Anak Anda Supaya Tidak Terjadi Hal Ini - Pandemonium

Latest

Informasi Berita Dunia

Minggu, 15 November 2015

Awasi Isi SMS Anak Anda Supaya Tidak Terjadi Hal Ini

Perkembangan teknologi yang semakin maju ini ternyata membawa dampak negatif bukan hanya di kalangan orang orang dewasa. Namun anak anak yang masih duduk di bangku sekolah pun sudah mulai terkena dampak negatif kemajuan teknologi ini.



Seorang netizen bernama Naftalia Kusumawardhani menceritakan sebuah pengalaman yang menimpa anak gadisnya. Anaknya yang masih duduk di bangku sekolah menerima sebuah pesan singkat dari temannya, temannya ini terang terangan meminta dikirimkan foto bugil. Sebagai orang tua ia sangat kaget dengan cerita anaknya ini.

Ini adalah pengalaman Naftalia Kusumawardhani yang dituliskan dalam akun facebooknya



Beraninya.. Minta Foto Bugil!

Anak saya cerita kalau teman laki2nya minta foto bugil ke dia. Temennya itu, sebut aja si A, bilang kalau dia disuruh temennya, si B. Kalau A tidak mau, B mengancam akan hack akun emailnya si A. Itu modusnya.

Mintalah si A ini pada anak saya dan ngakunya juga minta pada bbrp anak perempuan lainnya. Tidak puas karena ditolak oleh anak saya, si A (ngakunya disuruh si B) mempersuasi dengan janji tidak akan menyebarkan dan macam2 lagi.

Beruntungnya anak saya mau cerita ke mamanya, meskipun dengan rasa takut dan gemetar. Saya suruh dia lapor ke gurunya untuk ditindaklanjuti. Perbuatan melecehkan ini harus dihentikan. Lagipula saya tidak tahu anak gadis mana saja yang bisa jadi korbannya.

Pengusutan kasus ini masih berjalan oleh pihak sekolah. Semoga ada hasil baik.

Pesan saya ke teman2, para ortu, sering2lah komunikasi dengan anak2 Anda. Hal2 seperti ini rawan terjadi tapi kita bisa mencegah kalau ortu dan anak erat hubungannya.

Info Tambahan :

– Kejadian ini baru saya share hari ini karena sebelumnya saya ingin anak saya berani bertindak dulu dengan lapor ke guru sekolah

– Saya ingin memastikan ada tanggapan positif dari pihak sekolah, dan syukurlah guru-gurunya cepat tanggap

– Butuh waktu untuk meyakinkan anak saya bahwa ini bukan kesalahan dia punya teman seperti itu dan memunculkan keberanian melaporkan ke guru

– Info dari anak saya sore ini, guru-guru terkait dan si A (dan ortunya) akan datang menemui saya dan anak saya besok di rumah. Mereka ingin minta maaf. Semoga hasilnya baik.

– Yang penting reaksi kita sebagai ortu. Siapa sih yang nggak kaget, sekalipun saya psikolog sering ketemu kasus ajaib, tapi kalau berkaitan dengan anak sendiri ya pastilah kaget. Tapi lebih utama memperhatikan kebutuhan dan perasaan anak. Dia sendiri sudah takut, terluka (karena merasa terhina) dan marah. Maka kita nggak perlu menambahi dengan kekuatiran dan kekagetan kita. Gampang? Well, lumayan susah sih.. Resepnya minum air putih…hehe..

– Kasus semacam ini nggak mungkin 0%, tapi kalau para ortu peduli, kita bisa cegah supaya nggak tambah luas dan parah

Semoga bermanfaat

Dampak negatif kemajuan teknologi ini sebenarnya tidak bisa dibendung. Dan kita juga tidak bisa melarang pengguna internet untuk mengunggah konten pornografi. Namun yang bisa kita lakukan adalah memfilter, membatasi dan mengawasi apa yang anak anak kita lakukan.

Think smart lagi, apakah memberikan smartphone ke anak tanpa sebuah pengawasan adalah langkah bijak? Dan kalaupun memutuskan untuk memberikan smartphone ke anak, anda juga harus tahu bagaimana mengawasi anda dengan segala kecenggihan teknologi ini. Cukup banyak beredar sekarang aplikasi pihak ketiga yang bisa membantu anda dalam mengawasi smartphone anak anda.

Tapi yang peling terpenting adalah komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, semoga kejadian ini bisa membuka mata seluruh orang tua agar semakin waspada dan mengontrol pergaulan anak.

Berikan komentarmu!

sumber ; http://hello-pet.com/quiz?id=1521464

Tidak ada komentar:

Posting Komentar